Sekarang ini gue mau cerita tentang kejadian lucu dan perasaan ngarep gue haha. Tepatnya pada saat melaksanakan tes Akademi Meteorologi Geofisika.
Ceritanya begini...
Suasana sedang sepi, setiap orang sedang sibuk dengan pensil dan papan kerja mereka masing-masing. Termasuk gue, sedang berfikir sedalam-dalamnya tentang soal yang sepertinya belum bisa gue jawab. Sambil berfikir dan merenung gue gak sengaja menjatuhkan penggaris buat ngisi lembar jawaban. Terus jatuhnya jauh, jauh sekali. Tepat dibawa kaki seorang pria tampan, berhidung mancung. Sepertinya keturunan Arabian. Ada niat gue untuk ngambil tuh pernggaris tapi jaraknya jauh-jauh sekali (agak berlebihan sedikit). Muncul sedikit harapan, "semoga penggaris gue diambil sama dia". Gue tunggu sesaat, wah ternyata memang bener penggaris gue mau diambilnyanya. Sambil mengisi lembar jawaban gue masih bergaya pura-pura tidak mengetahui. Pas gue lihat ternyata dia memang ngambil penggaris itu dari lantai. Tapi nyatanya bukan langsung dikasih ke gue. Justru penggaris yang sudah diambilnya dari lantai, diletakkanya kembali ke lantai tepat disebelah gue.
Gue tetep lanjut dengen gaya pura-pura gak mengetahui. Sedikit kecewa, harapan gue gak kesampean. Tapi yang lucunya itu. Why? Kenapa? itu penggaris harus diletakkin kembali ke lantai. What? Apa? Apa sih susahnya manggil terus langsung ngasih. -_____________-
Dan akhirnya gue dengan sendirinya mengambil penggaris itu yang masih tetap di lantai.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


3 komentar:
Hahahaa parah :D
harapannyo kyak di sinetron, setatapan mata trus kenalan dan akhirnya tukeran nomor :D
Kbnyakan nnton sinetron, jd ck ini hha
Posting Komentar